Senin, 22 Desember 2008

Liat aja di bawah!

ANAK BAND

Suatu hari di kehidupanku yang… ah, susah dijelasin dengan kata-kata, kembali ke sekolah tercintaku SMA Negeri 1 pontianak. Bersama teman sebangkuku, Satria dan seorang temanku yang duduk di belakang Satria, Fadhil mengobrol hal tak karuan tentang sepak bola dan beralih ke musik dengan urutan yang perlahan-lahan.
Obrolan dimulai ketika dengan bangganya Satria membanggakan pemain sepak bola andalannya, Zlatan Ibrahimovich mencetak gol dalam pertandingan yang dijalani Inter Milan tadi malam. Lalu aku bilang hal tadi biasa-biasa saja karena memang sudah biasa penyerang seperti Ibrahimovich mencetak gol. Fadhil juga bilang hal itu biase-biase jak. Satria pun terpojok dan tak berkata apa-apa.
Dalam keheningan selama lima detik tadi, aku ingin mencairkan suasana dengan mengubah topik pembicaraan menjadi tentang musik. Aku bertanya kepada Satria tentang lagu lagu Avenged Sevenfold. Diapun kembali bersemangat dan merasa dirinya satu-satunya penggemar A7X yang mengetahui apapun tentang A7X. Aku tak peduli dia ngomong apa, aku melihat keluar, melihat kakak-kakak kelas yang cantik sedang berjalan melewati kelas kami. Satria terus mengoceh, Fadhil sok memperhatikan tanpa tahu apa yang diocehkan Satria.
Karena tidak tahan di kelas yang rebut, aku pergi ke WC untuk menenangkan diri. Tapi, di perjalanan aku bertemu sesosok mahluk aneh seperti tuyul, yaitu M.Kahfi yang biasa kupanggil Opi. Dia berlari kearahku dengan keadaan tangan di kepala seperti sedang melakukan hormat grak. Lalu, dia memukulku dengan sekuat tenaga tanpa ampun. Gile! Sakit! Apelah alasan anak itu?
“Ade pesawat!”, katanya dengan begitu bangga.
Aduh, di kelas ribut. Di luar kelas sakit. Akupun kembali ke kelas dengan perasaan super campur aduk. Aneh, bingung, merasa sial, takut, horror, bising, gile, bodoh, dan semua hal-hal yang bersifat parasit terdapat banyak dalam jaringan serebrum dan serebelum-ku.
Sekarang, di kelas XC yang tanpa guru, anak-anak pintar sedang membicarakan hal-hal yang bersifat ilmiah dan memeras otak, serta melakukan eksperimen-eksperimen aneh yang tidak dimengerti olehku, Satria, dan Fadhil. Satria sedang mendengar Mp3-nya sambil menutupi kepalanya dengan sweaternya. Fadhil sedang menggoda Tora yang duduk dibelakangnya. Mitha, Uniq, Sarah, dan Cindy sedang bermain-main dengan laptopnya. Paling-paling mencari sesuatu dengan internet yang bisa digunakan disekolah karena SMANSA-ku tercinta ini punya Hotspot. Aku bisa tebak, kalau Mitha pasti sedang buka hal-hal yang berhubungan dengan pesepakbola kesukaannya, Miroslav Klose. Menurutku, Sarah sedang mengobrol dengan orang asing melalui Facebook-nya. Sementara itu, aku tidak tahu dengan apa yang dibuka Uniq dan Cindy.
Melihat ke kelompok bangku sebelah kanan, ada Yayan, Raosan, Wishnu, Lutfi, dan Eranyo sedang bermain memecahkan kode-kode angka aneh yang ketentuan permainannya takkan bisa dijangkau oleh kemampuan otakku yang keren ini. AGGHHHHH!!!!! Sementara aku tak peduli apa yang dilakukan kawan-kawanku yang lain. Aku kembali ke bangkuku.
Satria sedang mendengarkan Mp3 waktu itu, jadi ia tak menyadari keberadaan sosokku yang kembali duduk dengan kemurungan. Sebenarnya aku mau menggoda Tora bersama Fadhil seperti biasanya. Tapi, hari ini aku gak mood. Aku diam seribu bahasa sampai seseorang dari kelas lain yang dengan santainya masuk ke kelasku. Auji dan Rizki, itulah nama dua mahluk dari kelas XD yang datang ke kelasku.
“Wan, bale’ sekolah maen band yok!”, ajak mereka.









Rifwan Alfikri, 19 Desember 2008

Tidak ada komentar: